Senin, 01 Juli 2013

Cerita tentang Seorang Anak Muda dan si Penyu {Teteruga}

Di Kepulauan Vanuatu, pulau ini sangat indah dengan segala keindahan kota dan panoramanya yang diwarisi oleh sang pencipta kepada leluhur-leluhur Rumpun Melanesia negrinya ras kulit hitam di negeri ini.
Pada suatu hari yang sangat cerah di datanglah seorang pemuda ketepi pantai, terletak paling sudut dari kota di Kepulauan Vanuatu sehingga sunyi, sepi dan jauh dari keramaian,
Beberapa menit kemudian datang seorang nenek tua melintasi pinggiran pantai itu dengan
tujuan pergi kekebun,
Pada saat nenek ini melintas ia melihat ada seorang pemuda yang berdiri sambil mencari, melihat jauh kedepan, mata dan kepalanya bergerak ke kiri dan ke kanan,tubuhnya kadang ditegakan kadang dibungkukan a
gar pandanganya dapat jelas menangkap seekor penyu yang di carinya. Nenek ini merasa heran, ia bertanya dalam hatinya, mengapa dipagi ini anak muda yang ganteng itu berada di panta? ia tidak lihat banyak kesibukan, keramaian dan kemajuan-kemajuan yang sedang terjadi sekarang dan yang akan datang nanti di ibu kota Port Villa di kepulauan ini dan dinegara-negara maju lainnya didunia luar. Karena sang nenek dengan tujuan pergi ke kebun sehingga ia terus melangkah dan melangkah meninggalkan anak muda itu.Setelah nenek itu pergi sang pemuda masih tetap saja berada di pantai dari pagi hingga petang sore hari.
Ketika sore si nenek kembali dari kebun ia masih melihat anak muda itu tetap saja berdiri dan melihat keseantero pantai, nenek itu dengan tidak sabar langsung bertanya kepada anak muda itu :
”Hei anak muda mengapa dari pagi sampai sore hari kau masih saja berada di pantai, apa yang sedang kau cari,” ? lalu anak muda itu menjawab :”saya sedang berada dan berjalan melintasi pantai dari pagi hingga
petang sore ini, saya hendak mencari penyu (teteruga) dan belum juga saya temukan.” Setelah anak muda itu menjawab nenekpun tersenyum, bercampur sedih, melihat kebodohan anak muda ini, kemudian ia tertawa sinis dan berkata kepadanya ”Anakku yang manis engkau masih muda dan masa depanmu masih panjang, jangan kau memandang dan berjalan melintasi pantai yang terlalu panjang untuk mencari seekor penyu, tetapi sekarang coba lihatlah kebawah di kakimu, tempat kau berpijak sesungguhnya kau tidak sadar sedang berdiri dibelakang seekor penyu yang sedang kau cari,” Setelah itu barulah pemuda itu sadar bahwa ternyata penyu yang seharian dicari telah ia injak dan berdiri diatasnya”.
** Cerita ini memberi suatu gambaran bahwa orang Papua dalam perjuangan lebih banyak menaruh harapan kepada orang DILUAR untuk memberi kemerdekaan bagi tanah dan negerinya tetapi sesungguhnya kemerdekaan itu datang dan ada pada orang Papua sendiri untuk keputusan politiknya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Central Mehak Free West Papua Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger Templates