Jayapura; Pendekatan militer dengan kegiatan bakti sosial, pengobatan gratis, di lihat tidak tepat sasaran, karena di lakukan di pusat kota yang di kelilingi dengan rumah sakit yang serba gratis apalagi di dalam kampus, Militer adalah alat Negara Jangan sekali-kali melupakan segala tindakan kekerasan yang mereka lakukan terhadap Rakyat Papua semenjak PEPERA 1963 Demikian tegas koordinator Aksi Yason Ngelia dalam orasinya Senin 01 Oktober 2012
Semua Pelangaran berat yang di lakukan militer Indonesia (TNI/POLRI) masih terukir dengan baik dalam memori Rakyat Papua, Tidak pernah ada rekonsiliasi yang di lakukan Negara kepada rakyat papua dengan meminta maaf secara terbuka kepada rakyat atas perilaku kekerasaan hingga kini.
Rakyat Papua di bantai seperti binatang, Rasa bersalah seperti tidak pernah keluar dari mulut pinpinan Negara dan pinpinan Militer, mereka seolah melupakan kisah pahit yang di berikan kepada Rakyat Papua. Tentu saja Rakyat dengan kekuatannya terus menuntut.,

Sologan militer "kasih dan damai itu indah" yang berhamburan dalam iklan-sepanduk militer indonesia di seluruh tanah papua di pahami terbalik oleh masyarakat papua, sebab perilaku mereka tidak mencerminkan sologan tersebut.

Sologan militer "kasih dan damai itu indah" yang berhamburan dalam iklan-sepanduk militer indonesia di seluruh tanah papua di pahami terbalik oleh masyarakat papua, sebab perilaku mereka tidak mencerminkan sologan tersebut.
Aksi yang di lakukan di depan kampus UNCEN sekitar Pukul 08:00 pagi sempat mendapat interfensi dari beberapa Dosen yang di antaranya Dekan Fakultas Tekni Apolo Satpamfo yang sempat di usir oleh mahasiswa dengan tidak terhormat,
mahasiswa juga melakukan pemutaran Flim kekerasan militer terhadap Rakyat papua, dan refleksi singkat perjalan Arnol Ap dengan memutarkan beberapa lagu Mambesak
mahasiswa juga melakukan pemutaran Flim kekerasan militer terhadap Rakyat papua, dan refleksi singkat perjalan Arnol Ap dengan memutarkan beberapa lagu Mambesak
Secara terbuka Mahasiswa Papua Anti Militer kecewa terhadap kebijakan pejabat Rektor Universitas Cenderawasih yang sengaja mengisinkan militer beroperasi di lingkungan kampus; Pertimbangan kami bahwa kehadiran militer dilingkungan kampus adalah bagian dari Shok terapiy kepada mahasiswa UNCEN, yang akan melahirkan sarjana-sarjana yang kemudian hari dapat melakukan Koropsi, kolusi, Nepotisme,(KKN) karena mental mereka telah di gangu oleh militer pada masa study
- Kepada Rektor Universitas Cenderawasih agar segera menolak kerja sama dengan militer dan mengsterilkan kampus dari aktivitas militer (TNI/POLRI) selama ini
- Rektro Universitas Cenderawasih memohon maaf kepada mahasiswa dan rakyat papua karena telah mengisinkan aktivitas militer dilingkungan kampus
- MPM dan BEM UNCEN agar dalam membuat kebijakan selalu berkodinasi dengan mahasiswa dan pinpinan organisasi yang berada dalam kampus UNCEN
- Meminta TNI/POLRI untuk menghentikan aktifitas di lingkungan kampusUNCEN
- TNI yang sedang melakukan bakti sosial dan pengobatan gratis dilingkungan kampus untuk segera menarik diri dan tidak melakukan aktifitasnya dalam bentuk dan alasan apapun

Tidak ada komentar:
Posting Komentar