Senin, 17 September 2012

Fakfak, 18 Juli 2012 TV Papua, vreedzame demonstratie in Fakfak en openbare recht zitting in West-Papua

Fakfak, 18 Juli 2012 SURAT (Suara Rakyat) 
Free West Papua; Isi pernyataan sikap yang di bacakan oleh penangung Jawab Politik wilayah Rakfak Mr Apner Hegemur,
Konfilik politik Papua yang berkepanjangan dari waktu – kewaktu terus memakan korban yang tidak terhitung, baik korban waktu, tenaga, pikiran, harta, bahkan nyawa manusia. Di tengah situasi demikian ini, juga telah menyedot perhatian berbagai pihak, di berbagai lefel, baik di lefel local, nasional, regional hingga intrnasional guna mencari sulusi konflik di Tanah Papua. Upaya penyelesaian konflik tersebut antara lain dengan diluncurkannya Otonomi Khusus Papua di Tahun 2001 dan Unit Percepatan Pembangunan Propinsi Papua dan Papua Barat ( UP4B ). Namun dalam praktekniknya, berbagai konsep tersebut yang diharapkan dapat menjadi
jawaban atas konflik yang terjadi tidak dapat memberikan jawaban yang memuaskan. Konflik terus saja terjadi antara Rakyat Bangsa Papua pewaris Tanah Pusaka – warisan leluhur Bangsa Papua dengan Pemerintah RI. Hal ini menunjukan bahwa, segala sesuatu yang telah diberlakukan atas nama solusi bagi
penyelesaian konflik yang terjadi, ternyata belumlah menyentuh akar persoalan penyebab konflik Rakyat Bangasa Papua secara substansial. Haruslah disadari dan diakui, bahwa perbedaan paradigma dalam memandang akar persoalan konflik antara Rakyat Bangsa Papua dan Pemerintah Repoblik Indonesia adalah penyebab mendasar dalam ketidak selarasan upaya penyelesaian konflik Papua. Dikatakan demikian oleh sebab pemerintah Repoblik Indonesia memandang akar persoalan Papua adalah persoalan kesenjangan social, ekonomi dan hukum. Sedang dilain sisi, akar konflik bagi rakyat Bangsa Papua adalah terletak pada peny
elewengan terhadap Hak Hukum dan Status Politik Bangsa Papua Barat oleh pemerintah Repoblik Indonesia yang telah merendahkan harkat dan martabat Rakyat Bangsa Papua. Dalam kerangka latar belakang perbedaan paradigma di atas, maka konflik akan terus terjadi dan sudah barang tentu yang dikorbankan adalah rakyat sipil Bangsa Papua. Menyikapi dinamika konflik politik Papua yang semakin memanas, dimana agitasi dan propaganda politik yang dimainkan pemerintah RI justru semakin mencekam dan memberikan rasa tidak aman bagi rakyat sipil di Papua. Catatan terkini, diawal tahun hingga pertengahan tahun 2012 telah terjadi beberapa peristiwa yang menciderai rasa dan nilai Kemanusian di Papua. Desakan sepihak Pemerintah Indonesia mendorong pelaksanaan Percepatan Pembangunan Propinsi Papua dan Papua Barat yang diwarnai dengan kuatnya reaksi penolakan rakyat Papua. Peristiwa – peristiwa penembakan, yang di klaim oleh Kepolisian Repoblik Indonesia ( POLRI ) sebagai Orang Tidak Dikenal ( OTK ) dimana pelakunya hingga saat ini belum mampu diukapkan. Malah POLRI menyudutkan organisasi – organisasi perlawanan rakyat Papua sebagai pelaku dari berbagai peristiwa penembakan yang terjadi. Tebar teror terus terjadi hingga kini tanpa diketahui siapa pelaku sebenarnya. Dalam menyikapi situasi yang terjadi, antara lain : Perbedaan paradigma pemerintah Repoblik Indonesia dan Rakyat Bangsa Papua dalam upaya penyelesaian konflik berkepanjangan Tebar teror rakyat sipil Papua yang terus meningkat Maka Rakyat Bangsa Papua, Wilayah Bomberay Fakfak menyatakan sikap sebagai berikut : Menyerukan kepada Pemerintah Repoblik Indonesi dengan perangkat – perangkat negaranya, TNI / POLRI, Badan Intelegen Negara untuk STOP stigmanisasi gerakan perjuangan rakyat Papua sebagai Gerakan Pengacau Keamanan ( GPK ) dan Teroris. Menyerukan kepada Pemerintah Repoblik Indonesia untuk STOP memanipulasi orang perorang dan organisasi – organisasi perjuangan rakyat Papua yang diajak berkompromi atas nama rakyat Papua, sebab hal – hal tersebut hanya akan memperkeruh serta memperpanjang catatan persoalan Papua. Menyerukan kepada Pemerintah Repoblik Indonesia untuk segera membebaskan seluruh Tahanan Politik Papua di seluruh penjara repoblik Indonesia, diantaranya :
  • Mr. Forcorus Yaboisembut, S.Pd, Mr. -Edison Waromi, S.H,
  • Mr. Buctar Tabuny,
  • Philip Karma.
  • dan seluruh Tahan lainnya
Rakyat Bangsa Papua Wilayah Bomberay menegaskan bahwa, perwakilan rakyat  Bangsa Papua yang berkompoten sebagai perwakilan Rakyat Papua dalam menyuarakan aspirasi Rakyat Papua adalah mereka yang nama – namanya telah direkomendasikan melalui Konggres Rakyat Papua – III ( KRP – III ), di antaranya :
  1. Dr. Beny Wenda,                di Inggris 
  2. Dr. Ottow Mote,                di Amerika 
  3. Drs. Ottow Ondowame,    di Vanuatu 
  4. Rex Rumakek                    di Australia 
  5. Leony Tanggahma            di Belanda 
Menyerukan kepada masyarakat Internasional dan Perserikatan Bangsa – Bangsa ( PBB ) untuk mendorong suatu Dialog bermartabat sesuai nilai – nilai hukum dan demokrasi yang dipraktekan secara Internasional dalam rangka menengahi konflik antara Pemerintah Repoblik Indonesia dengan Rakyat Papua. Membrikan dukungan penuh kepada anggota parlemen Belanda Harry van Bommel Staaij, C.G van der (SGP) Voordewind, J.S. (CU) Wim kortenoeven Dan semua anggota Parlemen Belanda Menyerukan kepada masyarakat Internasional dan Perserikatan Bangsa – Bangsa ( PBB ) untuk membuka akses lembaga – lembaga Internasional ke Papua sebagai upaya mengadvokasi Rakyat Papua, antara lain : Akses Media Internasional, Badan Pengungsian Internasional dan Palang Merah Internasional.  

Fakfak, 18 Juli 2012                                     
         SUARA RAKYAT  
          (SURAT)     
     SISWANTO TIGTIGWERIA                                IMBRON KUTANGGAS 
 Penangung Jawab Aksi                                              Kordinator Aksi                                                         
        APNER HEGEMUR 
       Penangung Jawab Politik

Masa Aksi Free West Papua 18 Juli 2012




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Central Mehak Free West Papua Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger Templates